IBX59BFB65282A27

Minggu, 01 Oktober 2017

Pentingnya Kehadiran Ayah Dalam Proses Persalinan

Cara Suami Membantu Istri Saat Melahirkan
Proses persalinan memang sesuatu yang sudah ditunggu-tungu oleh Ibu dan Ayah ketika pertama kali mengetahui adanya jabang bayi di rahim Ibu. Selama 9 bulan 10 hari, Ibu dan suami menjaga dan merawat janin, agar tidak ada permasalahan nantinya pada saat persalinan terjadi.
Selain itu, zaman sekarang banyak ibu menginginkan ayah hadir menemani saat proses persalinan berlangsung. Beberapa alasan yang mereka kemukakan itu antara lain:

  1. Keberadaan suami mereka bisa menguatkan Ibu yang tengah berjuang untuk melahirkan.
  2. Perasaan nyaman jika orang terkasih yang berada di samping Ibu pada saat proses melahirkan yang menyangkut hidup dan mati.
  3. Ingin berbagi rasa sakit yang ada dalam proses persalinan.
  4. Agar ayah mengerti, proses persalinan untuk melahirkan si buah hati itu bukan hal yang main-main.
  5. Sebagai dukungan moril dari ayah kepada Ibu.
  6. Ingin menciptakan ikatan antar ayah dan anak sedari kecil. Ayah menyaksikan langsung peristiwa kelahiran dan dapat menyentuhnya ketika bayi baru saja keluar dari rahim Ibu.
  7. Bisa memberikan semangat dan sebagai tumpuan selama proses melahirkan. 
  8. Sebagai bukti rasa sayang Ayah kepada Ibu yang telah mau mengandung keturunannya selama sembilan bulan.

Kehadiran ayah yang menemani persalinan juga menyatakan berbagi beban tanggung jawab agar bayi yang dikandung keluar dengan selamat. Walaupun rasa sakit tentu masih ada saat menghadapi kontraksi dan segala tahapan-tahapannya, tetapi ibu juga merasa aman dan disayang.

Dalam menemani Ibu saat kegiatan melahiran berlangsung, ayah juga harus memperhatikan beberapa hal. Tentu ayah tidak mau emosi Ibu terganggu dan juga dapat memberikan rasa tenang yang dibutuhkan.

  1. Bersabarlah menemani Ibu yang sedang dalam proses persalinan. Jam kelahiran bayi memang tidak bisa ditetapkan, jadi bersabarlah dan jangan sesekali mengucapkan kata “bosan” karena lamanya proses ini berlangsung.  Selama ayah mendampingi, ayah bisa mengusap punggung ibu untuk menguatkan dirinya. Selain itu, sakitnya persalinan mungkin membuat istri agak berubah peringainya, jadi tetaplah menguatkan diri ayah sendiri.
  2. Ajak Ibu berkomunikasi. Ayah boleh berbicara tentang banyak hal, selama itu bisa memalingkannya dari rasa kekhawatiran dan kegugupan. Saat persalinan adalah saat di mana ketakutan dan emosi yang kuat memuncak, jangan biarkan Ibu sendirian. Kalau ada suatu interupsi yang mengharuskan ayah beranjak dari ibu, usahakan jangan terlalu lama dan ada keluarga lain yang menemani ibu.
  3. Jangan sesekali memperlihatkan ekspresi takut di hadapan Ibu. Saat ini Ibu sedang butuh dukungan penuh oleh Ayah di tengah-tengah masa tantangan beratnya.
  4. Rasa sakit yang terlihat di wajah ibu yang melahirkan memang bisa membuat ayah marah pada perawat ataupun dokter yang membantu. Hal itu sebaiknya dihindari karena ibu akan semakin gugup. Sebaiknya ayah tetap berfokus untuk menyemangati ibu.
  5. Jangan menyudutkan Ibu hanya karena bayi lambat dilahirkan. Ini akan sangat menyakitkan hati Ibu. Bahkan seorang Ibu sangat ingin agar bayinya keluar lebih cepat, karena proses persalinan sendiri amat menyakitkan. Bahkan bagi persalinan normal sekalipun.

Jadi inilah alasan pentingnya ayah untuk menemani ibu selama proses persalinan. Bahkan peranan ayah juga sudah bisa dilakukan sejak perencanaan kehamilan terjadi dengan menjaga dan merawat ibu dan janin dalam kandungan.

Inilah alasan pentingnya Ayah dalam menemani Ibu selama proses persalinan. Bahkan, sebenarnya peranan Ayah itu memang sudah harus dimulai dari saat kehamilan terjadi, menjaga dan merawat Ibu dan bayi yang masih dalam kandungan. Selain itu tentunya ayah perlu ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan penyambutan si kecil ke dalam rumah.

Tidak ada komentar:
Write komentar